logo logo
468 ad

Suplementasi Pakan

Strategi untuk meningkatkan konsumsi pakan oleh ternak pada kondisi pemeliharaan tradisional ialah dengan memberikan suplemen yang tersusundari kombinasi bahanilmiah sumber protein dengan tingkatan jumlah tertentu yang secara efisien dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan mikroba secara efisiendi dalam rumen.
Selanjutnya produktivitas hewan dapat ditingkatkan dengan memberikan sumber N protein dan/ atau non protein serta mineral tertentu. Suplementasi secara keseluruhandiharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik melalui peningkatan protein mikrobial,peningkatan daya cerna dan peningkatan konsumsi pakan hingga diperoleh keseimbangan yang lebih baik antara amino dan energi di dalam zat-zat makanan yang terserap.

Optimasi Komposisi Suplemen
Melalui pendekatan tersbut di atas, telah dilakukan percobaan-percobaan laboraturium untuk melaksanakan penilaian biologis berbagai suplemen dengan komposisi bahantertentu, baik secara in-vitro maupun in-vivo, ditinjau dari pengaruhnya terhadap fungsirumen. Dalam aspek inilah ( dengan menggunakan P-32, S-35, C-14 sebagai perunutradioisotop) teknik nuklir memberikan kontribusi yang penting. Untuk ini sejumlah parameter harus diukur. P-32 dan S-35 dapat digunakan untuk mengukur sintesa proteinmikrobial di dalam rumen, Sedangkan C-14 untuk mengukur efisiensi pemanfaatan energi oleh mikroba rumen.

Dari hasil pengukuran parameter-parameter tersebut baik secara kovvensional maupun dengan teknik nuklir, dapat dirumuskan komposisi suplemen yang secara optimal dapatmenjamin berlangsungnya fungsi rumen dengan baik. Selanjutnya hasil rumusan tersebutdilakukan uji lapangan dengan mempelajari pengaruh komposisi suplemen terhadap pertumbuhan dan produksi hewan.
Agar teknologi suplemen tersebut dapat diterapkan oleh peternak dan mudah dalam penyimpanan serta transportasinya, maka suplemen tersebut dibuat dalam bentuk padatdari komposisi bahan tertentu [ urea, molase, onggok, dedak, tepung tulang, lakta mineral( kalsium, sulfur), garam dapur, tepung kedelai, dan kapur.

Pada awalnya uji lapangan terhadap pakan suplemen dilakukan di berbagai daerah secara terbatas, yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung. Uji coba tersebut dilaksanakan bersama dengan Direktorat Bina
Produksi Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Dinas Peternakan DaerahTingkat Propinsi dan Kabupaten.

468 ad


Tulis Komentar Anda Tentang Artikel Ini
bottom