
Mencangkok adalah salah satu cara perbanyakan vegetatif yang sudah lama dikenal, bahkan dapat dikatakan suatu cara perkembangbiakan yang tertua di dunia. Namun demikian hasilnya seringkali mengecewakan, ada yang tingkat keberhasilannya rendah dan bahkan gagal total. Kegagalan ini dapat dilihat dari bagian tanaman di atas keratan/luka yang kering atau mati untuk menghindari kejadian seperti ini tentu kita perlu memperbaharui cara mencangkok dan mencurahkan perhatian yang lebih serius dengan kesabaran dan ketelitian tinggi.
Mencangkok ini kita pilih karena pertimbangan-pertimbangan tertentu misalnya karena kita menginginkan tanaman baru yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya, seperti: ketahanan terhadap penyakit, rasa buah yang enak (khususnya untuk tanaman buah-buahan), keindahan bunganya untuk tanaman hias dan sebagainya.
Adakalanya kita memilih dengan cara mencangkok apabila pohon yang akan kita perbanyak tidak dapat diperbanyak dengan cara pembiakan vegetatif yang lain yang lebih mudah, misalnya dengan stek.
Jenis-jenis tanaman yang bisa dicangkok adalah pohon buah-buahan, misalnya: mangga, beberapa jenis jeruk, berbagai jenis jambu, delima, belimbing, lengkeng dan sebagainya. Selain tanaman buah-buahan, tanaman hias bisa juga dicangkok misalnya: bunga sakura, kemuning, soka, nusa indah, bougenvile, cemara dan sebagainya. Waktu mencangkok musim hujan maupun kemarau sebenarnya bukan masalah. Kedua musim ini dapat digunakan untuk mencangkok walaupun masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.
Peralatan yang digunakan tidaklah harus peralatan modern dengan harga yang mahal, tapi cukup dengan peralatan yang sederhana. Pisau okulasi sebenarnya sangat cocok untuk pekerjaan menyayat kulit dahan, tetapi apabila pisau ini dianggap mahal, dapat menggunakan pisau biasa asalkan cukup tajam.
Ketajaman pisau dapat mempengaruhi kualitas hasil kerataan sehingga akan mempermudah pertumbuhan akarnya. Alat lain yang dipergunakan adalah gunting pangkas yang digunakan untuk menggunting dahan atau ranting-ranting daun. Jika tidak ada gunting bisa digunakan sabit atau pisau.

Media yang digunakan untuk mencangkok banyak sekali macamnya tergantung mana yang kita sukai dan tidak susah mendapatkannya. Media yang sering dipakai adalah: mos, bubuk sabut kelapa, pupuk kandang, kompos dan lumut yang tumbuh pada batu-batuan, tetapi hindari penggunaan tanah mentah untuk media karena jenis tanah demikian jika kering akan mengeras dan juga berat sehingga dapat mematahkan cabang cangkokan.
Bahan untuk membalut media diantaranya ijuk, sabut kelapa yang tinggal seratnya, daun pisang bahkan serpihan lain. Sekarang banyak orang memilih yang lebih gampang dan praktis, yaitu plastik bening. Bahkan banyak juga digunakan pot dari plastik atau tanah yang khusus untuk mencangkok, kaleng bekas, tabung bambu dan tali rapia.