
Lembaga Penelitian Perikanan Penang di Semenanjung Malaysia masih
sedang melakukan percobaan budidaya tiram dengan metoda rakit. Percobaan
ini terutama ditujukan pada budidaya tiram ceper (Ostrea folium) di Pulau
Langkawi, Kedah, dengan menggunakan jaring dan tali polietilena sebagai
kolektornya. Juga sedang dikembangkan oleh nelayan di Muar River, Johor,
budidaya Crassostrea belcheri dengan metoda budidaya di dasar dengan
cangkang-cangkang tiram sebagai kolektornya.
Beberapa masalah yang menghambat perkembangan budidaya tiram di
Semenanjung Malaysia adalah terjadinya pengendapan lumpur, pengotoran
oleh organisme lain dan pengsaan oleh bintang laut dan kepiting.
Di Serawak, percobaan budidaya tiram dilakukan oleh Departemen perikanan.
Metoda budidaya yang digunakan adalah :
a. Metoda rakit
b. Metoda tancap dan rak
c. Kombinasi metoda tancap, rak dengan metoda rakit.
Masalah utama yang mempengaruhi budidaya tiram di Serawak adalah :
a. Terbatasnya persediaan spat.
b. Sulitnya memperoleh lokasi budidaya yang cocok.
Hanya Crassostrea cuculata yang dapat mencapai ukuran rata-rata 45 mm
dalam setahunnya, sedangkan yang lainnya berukuran terlalu kecil bagi tujuan
budidaya. Walaupun Serawak memiliki hutan bakau luas di sepanjang garis
pantainya, tetapi sulit untuk memperoleh lokasi yang terlindung untuk kegiatan
budidaya. Disamping itu perbedaan pasang surutnya terlalu tinggi (5,5 meter)
sehingga tidak menguntungkan bagi usaha budidaya.
Di Sabah sedang diintrodusir
Kini tengah dilakukan penelitian agar
biaya produksi bisa lebih rendah sehingga usaha budidaya dapat
menguntungkan.