
Jabon merupakan jenis tanaman keras yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di hutan tropis pada ketinggian 10 – 2.000 m dpl dengan curah hujan antara 1250 sampai 3000 mm/tahun dan suhu antara 100C hingga 400C.
Derajat keasaman tanah (pH) antara 4,5-7,5. Pendeknya, Pohon jabon sangat cocok ditanam di hampir setiap tempat di wilayah Indonesia. dibanding kayu keras lainnya termasuk sengon (Albasia), Jabon memiliki beberapa keunggulan antara lain dari segi pertumbuhan, Jabon tumbuh dengan sangat cepat. Pada umur tanaman 3 tahun, ketinggian pohon dapat mencapai 9 meter dengan diameter batang 11 cm. Umur 5-6 tahun diameter batangnya dapat mencapai 40-50 cm dengan kecepatan penambahan diameter tumbuh 5-10 cm/tahun.
Batangnya berbentuk silinder dengan tingkat kehalusan yang sangat bagus. Tidak bercabang karena pada masa pertumbuhan cabangnya akan mengalami perontokan sendiri (self purning). Kayu jabon berwarna cerah dengan serat yang tidak terlihat sehingga sangat dicari bagi industri playwood, furniture dan industri bahan bangunan non konstruksi. Keunggulan ini membuka peluang pasar kayu jabon dengan jumlah yang tak terbatas.
Informasi terkini harga kayu jabon per meter kubik berkisar antara 1.000.000,- hingga 1.200.000,-
Prospek budidaya pohon jabon sangat baik. Disamping karena sifatnya yang tidak terlalu membutuhkan banyak perawatan, tetapi memiliki hasil kualitas kayu yang baik (biaya produksi efisien), usaha budidaya tanaman keras ini mendapat angin segar dengan diterbitkannya peraturan pemerintah No.6 Tahun 2007 tentang HTR (Hutan Tanaman Rakyat), terutama salah satunya adalah HTR Pola mandiri.