
A. SYARAT BENIH
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik, dan fisiologi (Benih Hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 Kg/Ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam HORMON HANTU (Dosis 4 cc/Liter air minimal 8 jam).
B. PENGOLAHAN LAHAN
Lahan yang akan digunakan, sebelumnya harus bersih dari seluruh jenis rumput. Sangat disarankan agar menggunakan Herbisida yang berjenis sistemik dan dapat membunuh seluruh jenis rumput/gulma. Setelah lahan benar-benar bersih, maka langkah selanjutnya adalah memberikan pupuk kandang yang dengan cara ditabur di permukaan sesuai dengan baris tanaman jagung nantinya. Setelah ditabur dengan pupuk kandang, maka dapat dilakukan penggarapan tanah dengan traktor untuk membalik tanah agar gembur, kemudian tanah harus kembali diratakan agar tidak ada lagi tanah yang dapat menjadi tempat endapan air nantinya. Namun sangat disarankan untuk dapat menggunakan bedengan agar drainase lebih baik.
C. TITIK/JARAK TANAM
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40 x 100 Cm (2 Butir Benih / Lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 20 x 100 Cm (1 Butir Benih / Lubang).
D. PENYULAMAN
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.
E. PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan Herbisida yang aman bagi jagung. Dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 1 dan 2 Bulan setelah tanam. Fungsinya untuk memaksimalkan pupuk yang dapat diserap tumbuhan jagung, agar tidak perlu bersaing dengan gulma.
F. PEMUPUKAN
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Kemudian, untuk memadatkan buah dan memaksimalkan besar buah, sangat saya sarankan agar dapat menggunakan Pupuk NPK 15:15:15.
G. Panen dan Pasca Panen
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
2. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
4. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
6. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.